4 TEMA TREND FORECASTING 2019/2020 ALA DESIGNER INDONESIA

4 TEMA TREND FORECASTING 2019/2020 ALA DESIGNER INDONESIA

4 TREND FORECASTING THEMES 2019/2020 ALA DESIGNER INDONESIA

(Foto: Dok/Ade-IFC)

Majunya teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global, Mengikuti perubahan teknologi dan gaya hidup, tren dunia mode pun mau tak mau turut berubah. Seperti apa proyeksi tren fashion di masa mendatang? Indonesia Trend Forecasting kembali menghadirkan proyeksi tren fashion Indonesia 2019/2020. Kali ini Indonesia Trend Forecasting mengangkat tema Singularity, Tema ini mengusung gambaran keadaan yang mengindikasikan beragam pergeseran teknologi dan sikap sikap yang menyertainya dan gambaran masa depan yang masih diraba. Dalam konsep Singularity tersebut terdapat unsur pertanyaan, kekhawatiran, optimisme, serta harapan akan apa yang terjadi di masa depan.Tema ini kemudian diturunkan dalam empat tren utama, yaitu Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex. Bingung apa yang dimaksud dengan keempat trend utama itu ? Yuk Simak Penjelasan Tentang 4 Tren Mode Tersebut Selengkapnya !


1. Exuberant (Keceriaan optimisme)

Exuberant adalah sikap positif dan antusias dalam memandang kecerdasan intelektual sekaligus perasaan santai. Tema ini menunjukan keceriaan dan optimisme lewat warna yang colourfull dengan unsur seni urban atau futuristik dan perpaduan gaya sporty yang santai dengan gaya formal yang cenderung feminim.


2. Neo Medieval (Romantisme abad pertengahan)(Keceriaan optimisme)

Neo Medieval mengusung unsur romantisme abad pertengahan yang mencerminkan sikap khawatir akan kemungkinan di masa depan yang memicu timbulnya “benteng pertahanan”. Pandangan ini membangkitkan romantisme dalam sejarah, di mana tema abad pertengahan menyatu dengan kemajuan teknologi. Secara visual, tema ini memunculkan kesan gaya khas pejuang futuristik, kuat, tegas, dan elegan dengan palet warna yang netral dan membumi.


3. Svarga (Keindahan Spiritual)(Romantisme abad pertengahan)(Keceriaan optimisme)

Svarga melihat sisi kemanusiaan dari kecerdasan buatan, yaitu jembatan dari beragam perbedaan tampilan untuk menjadi satu harmoni. Keterbukaan ini menciptakan multikulturasi. Konsep design ini memperlihatkan tabrak corak yang tetap memperhatikan keseimbangan antara satu dengan yang lain.


4. Cortex (Paradoks Kecerdasan artifisial)(Keindahan Spiritual)(Romantisme abad pertengahan)(Keceriaan optimisme)

Cortex merupakan paradox kecerdasan buatan diera evolusi digital, ketika digitalisasi membaur dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Kecerdasan buatan dipandang dapat membantu manusia dalam proses riset desain yang berujung pada inovasi Inovasi material dengan bantuan teknologi mewarnai tema ini, termasuk bentuk abstrak terstruktur tidak terduga,fleksibel, dan dinamis dalam siluet maupun tekstur.

Source www.herworld.co.id

banks logo